Memahami Objek pada Visual Basic

Apa yang dimaksud dengan Objek

Objek merupakan suatu kombinasi dari kode dan data yang dapat diperlakukan sebagai satu kesatuan. Suatu Objek dapat meru pakan bagian dari aplikasi seperti suatu kontrol atau suatu form. Secara keseluruhan dari aplikasi dapat juga berupa suatu objek.

Dari mana datangnya Objek

  • Setiap objek pada Visual Basic didefinisikan oleh suatu class. Untuk memahami hubungan antara objek dengan class- nya, perhatikan contoh berikut :
  • Kontrol-kontrol yang barada pada jendela Toolbox pada Visual Basic merupakan class-class. Objek tersebut dikenal sebagai kontrol tidak akan ada sampai user menanamkannya pada suatu form. Ketika user menanamkan suatu kontrol, user telah membuat suatu duplikasi atau inst ance dari class kontrol tersebut.
  • Form dimana user bekerja pada saat desain adalah suatu class. Pada saat run time, Visual Basic menciptakan suatu instance dari class form.

image

Misalnya user menamkan sebuah  textbox diatas form1, coba perhatikan jendela properti kontrol tersebut akan menampilkan Text1  (nama dari kontrol textbox tersebut) dan Textbox (nama dari class kontrol tersebut).

image

Semua objek merupakan duplikasi dari class mereka. Sesaat setelah menjadi objek berdiri sendiri, masing-masing dapat memiliki properti yang berbeda-beda.
Misalnya user menanam tiga buah command button pada suatu form, masing-masing command button merupakan instance dari class CommandButton sehingga  memiliki sejumlah karakteristik dan kemampuan (properti-properti, metode-metode, dan event-event) yang sama, dimana yang terdefinisi pada class-nya. Tetapi , masing-masing dapat memiliki Name, Caption, BackColor, Style yang berbeda sesuai dengan pengaturan pada masing-masing properti.

image

Bekerja dengan objek

Objek-objek Visual Basic me miliki properti-properti, metode-metode, dan event-event. Pada Visual Basic, suatu data dari  objek (setting dan atribut) disebut sebagai
properti, sedangkan berbagai subrutin yang  dapat beroperasi pada objek tersebut disebut sebagai metodenya. Dan suatu event adalah aksi yang dikenali oleh suatu objek, seperti klik pada mouse atau penekanan to mbol, sehingga user dapat menulis kode untuk menangani event tersebut.

  1. Mengatur Nilai properti

    User dapat langsung mengatur nilai properti suatu kontrol pada jendela properti, maupun pada saat runtime dengan menggunakan bentuk penulisan berikut :
    Objek.properti = ekspresi
    Contoh :

    image image

  2. Properti Enabled dan Visible

    Pada defaultnya semua control dan form  adalah Enabled dan Visible. User dapat menyembunyikan suatu kontrol dengan menggunakan properti Visible = False. Kontrol yang properti Enabled = False tidak dapat di akses oleh pemakai, tetapi dapat diakses secara kode. Programmer dapat juga menggunakan properti Locked = True untuk membuat suatu kontrol read only.

  3. Properti TabStop dan TabIndex

    Suatu kontrol yang dapat menerima foku s input memiliki properti TabStop. Kontrol yang memiliki properti TabStop juga memiliki properti TabIndex. Properti
    TabStop menentukan apakah suatu kontrol dapat menerima fokus pada penekanan tombol Tab oleh pemakai, defaultnya adalah true, sedangkan properti TabIndex menentukan urutan fokus pada saat pemakai menekan Tab .

Beberapa Metode-metode umum

  1. Metode SetFocus

    Metode ini memindahkan fokus input ke kontrol tertentu. Sesuatu masalah yang sering terjadi adalah metode ini akan menyebabkan  error ketika diterapkan pada kontrol yang sedang di Disable atau dalam keadaan Invi sible. Untuk menhindari hal ini, metode SetFocus jangan digunakan pada bagian Form Load.
    Contoh :

    Private Sub cmdAdd_Click() 
    Aksi = flAdd 
    Call Buka 
    Call Kosong 
    txtCCode.SetFocus  'Memindahkan fokus ke 
    kontrol txtCCode 
    End Sub

    .csharpcode, .csharpcode pre
    {
    font-size: small;
    color: black;
    font-family: consolas, “Courier New”, courier, monospace;
    background-color: #ffffff;
    /*white-space: pre;*/
    }
    .csharpcode pre { margin: 0em; }
    .csharpcode .rem { color: #008000; }
    .csharpcode .kwrd { color: #0000ff; }
    .csharpcode .str { color: #006080; }
    .csharpcode .op { color: #0000c0; }
    .csharpcode .preproc { color: #cc6633; }
    .csharpcode .asp { background-color: #ffff00; }
    .csharpcode .html { color: #800000; }
    .csharpcode .attr { color: #ff0000; }
    .csharpcode .alt
    {
    background-color: #f4f4f4;
    width: 100%;
    margin: 0em;
    }
    .csharpcode .lnum { color: #606060; }

  2. Event Click dan  DblClick

    Event click terjadi ketika pemakai melakukan klik pada tombol kiri mouse. Demikian juga Event DblClick terjadi karena pemakai melakukan klik dua kali.

    Private Sub cmdUpdate_Click() 
    JlhRec = JlhRec + 1 
    DatPemakai.CCode = txtCCode.Text 
    DatPemakai.Nama = txtNama.Text 
    DatPemakai.Ekstension = txtEkstension.Text 
    DatPemakai.Local = optLocal.Value 
    DatPemakai.SLJJ = optSLJJ.Value 
    DatPemakai.SLI = optSLI.Value 
    Put #1, JlhRec, DatPemakai 
    Posisi = JlhRec 
    End Sub

    .csharpcode, .csharpcode pre
    {
    font-size: small;
    color: black;
    font-family: consolas, “Courier New”, courier, monospace;
    background-color: #ffffff;
    /*white-space: pre;*/
    }
    .csharpcode pre { margin: 0em; }
    .csharpcode .rem { color: #008000; }
    .csharpcode .kwrd { color: #0000ff; }
    .csharpcode .str { color: #006080; }
    .csharpcode .op { color: #0000c0; }
    .csharpcode .preproc { color: #cc6633; }
    .csharpcode .asp { background-color: #ffff00; }
    .csharpcode .html { color: #800000; }
    .csharpcode .attr { color: #ff0000; }
    .csharpcode .alt
    {
    background-color: #f4f4f4;
    width: 100%;
    margin: 0em;
    }
    .csharpcode .lnum { color: #606060; }

    Pada kontrol-kontrol seperti Checkbox dan Op tionButton, event Click juga dibangkitkan kalau terja2di perubahan nilai properti Value secara koding. ListBox dan Combobox juga melakukan hal yang sama kalau properti ListIndex-nya berubah. Adalah penting untuk menghindari pemakaian Event Click dan DblClick pada satu kontrol yang sama, karena tidak menjamin Event DblClick dibangkitkan setelah Event Click terjadi.

  3. Event Change

    Event Change dibangkitkan ketika isi da ri suatu kontrol berubah. Tetapi pada CheckBox, dan OptionButton Event Click yang  dibangkitkan. Pada kontrol TextBox dan ComboBox dibangkitkan ketika pemakai mengetik sesuatu. (Tetapi pada kontrol ComboBox, kontrol membangkitkan event Click kalau pemakai memilih item dari list dari pada mengetiknya). Pada kontrol Scroll ba r event Change terjadi ketika pemakai melakukan klik baik pada panah maupun scroll box. Event Change juga terdapat pada PictureBox, DriveListBox, dan kontrol DirListBox. Event Change juga dibangkitan oleh isi kontrol yang diubah melalui koding.

  4. Event GotFocus dan  LostFocus

    GotFocus dibangkitkan ketika kontrol menerima fokus, dan  LostFocus dibangkitkan ketika fokus meninggalkannya dan beralih ke kontrol lain. Pada awalnya
    event ini banyak digunakan untuk mekanisme validasi ketika kontrol kehilangan fokus. Pada Visual Basic 6 telah diperkenalkan suatu event Validate event, yang lebih sesuai untuk masalah yang sama.

  5. Event KeyPress,  KeyDown , dan  KeyUp

    Event-event ini dibangkitkan ketika pemakai menekan tombol pada keyboard pada kontrol yang memiliki fokus. Urutan eventnya adalah :  KeyDown (ketika pemakai menekan tombol),  KeyPress  (Visual Basic menterjemahkan tombol ke numerik ANSI code), dan  KeyUp  (ketika pemakai melepas tombol). Hanya tombol yang berkaitan dengan tombol kontrol (Ctrl+ x, BackSpace, Enter, dan Escape) serta karakter yang dapat dicetak membangkitkan event  KeyPress  event. Tombol lainnya–termasuk tombol panah, tombol fungsi, kombinasi Alt+x, tidak menyebabkan event ini, hanya membangkitkan event KeyDown dan KeyUp . Event  KeyPress  melewatkan ANSI code dari tombol yang ditekan. User dapat memanipulasinya untuk keperluan tertentu.

By kusmadi Posted in Widget

Memahami Objek pada Visual Basic

Apa yang dimaksud dengan Objek

Objek merupakan suatu kombinasi dari kode dan data yang dapat diperlakukan sebagai satu kesatuan. Suatu Objek dapat meru pakan bagian dari aplikasi seperti suatu kontrol atau suatu form. Secara keseluruhan dari aplikasi dapat juga berupa suatu objek.

Dari mana datangnya Objek

  • Setiap objek pada Visual Basic didefinisikan oleh suatu class. Untuk memahami hubungan antara objek dengan class- nya, perhatikan contoh berikut :
  • Kontrol-kontrol yang barada pada jendela Toolbox pada Visual Basic merupakan class-class. Objek tersebut dikenal sebagai kontrol tidak akan ada sampai user menanamkannya pada suatu form. Ketika user menanamkan suatu kontrol, user telah membuat suatu duplikasi atau inst ance dari class kontrol tersebut.
  • Form dimana user bekerja pada saat desain adalah suatu class. Pada saat run time, Visual Basic menciptakan suatu instance dari class form.

image

Misalnya user menamkan sebuah  textbox diatas form1, coba perhatikan jendela properti kontrol tersebut akan menampilkan Text1  (nama dari kontrol textbox tersebut) dan Textbox (nama dari class kontrol tersebut).

image

Semua objek merupakan duplikasi dari class mereka. Sesaat setelah menjadi objek berdiri sendiri, masing-masing dapat memiliki properti yang berbeda-beda.
Misalnya user menanam tiga buah command button pada suatu form, masing-masing command button merupakan instance dari class CommandButton sehingga  memiliki sejumlah karakteristik dan kemampuan (properti-properti, metode-metode, dan event-event) yang sama, dimana yang terdefinisi pada class-nya. Tetapi , masing-masing dapat memiliki Name, Caption, BackColor, Style yang berbeda sesuai dengan pengaturan pada masing-masing properti.

image

Bekerja dengan objek

Objek-objek Visual Basic me miliki properti-properti, metode-metode, dan event-event. Pada Visual Basic, suatu data dari  objek (setting dan atribut) disebut sebagai
properti, sedangkan berbagai subrutin yang  dapat beroperasi pada objek tersebut disebut sebagai metodenya. Dan suatu event adalah aksi yang dikenali oleh suatu objek, seperti klik pada mouse atau penekanan to mbol, sehingga user dapat menulis kode untuk menangani event tersebut.

  1. Mengatur Nilai properti
  2. User dapat langsung mengatur nilai properti suatu kontrol pada jendela properti, maupun pada saat runtime dengan menggunakan bentuk penulisan berikut :
    Objek.properti = ekspresi
    Contoh :

    image image

  3. Properti Enabled dan Visible
  4. Pada defaultnya semua control dan form  adalah Enabled dan Visible. User dapat menyembunyikan suatu kontrol dengan menggunakan properti Visible = False. Kontrol yang properti Enabled = False tidak dapat di akses oleh pemakai, tetapi dapat diakses secara kode. Programmer dapat juga menggunakan properti Locked = True untuk membuat suatu kontrol read only.

  5. Properti TabStop dan TabIndex
  6. Suatu kontrol yang dapat menerima foku s input memiliki properti TabStop. Kontrol yang memiliki properti TabStop juga memiliki properti TabIndex. Properti
    TabStop menentukan apakah suatu kontrol dapat menerima fokus pada penekanan tombol Tab oleh pemakai, defaultnya adalah true, sedangkan properti TabIndex menentukan urutan fokus pada saat pemakai menekan Tab .

Beberapa Metode-metode umum

  1. Metode SetFocus
  2. Metode ini memindahkan fokus input ke kontrol tertentu. Sesuatu masalah yang sering terjadi adalah metode ini akan menyebabkan  error ketika diterapkan pada kontrol yang sedang di Disable atau dalam keadaan Invi sible. Untuk menhindari hal ini, metode SetFocus jangan digunakan pada bagian Form Load.
    Contoh :

    Private Sub cmdAdd_Click() 
    Aksi = flAdd 
    Call Buka 
    Call Kosong 
    txtCCode.SetFocus  'Memindahkan fokus ke 
    kontrol txtCCode 
    End Sub

    .csharpcode, .csharpcode pre
    {
    font-size: small;
    color: black;
    font-family: consolas, “Courier New”, courier, monospace;
    background-color: #ffffff;
    /*white-space: pre;*/
    }
    .csharpcode pre { margin: 0em; }
    .csharpcode .rem { color: #008000; }
    .csharpcode .kwrd { color: #0000ff; }
    .csharpcode .str { color: #006080; }
    .csharpcode .op { color: #0000c0; }
    .csharpcode .preproc { color: #cc6633; }
    .csharpcode .asp { background-color: #ffff00; }
    .csharpcode .html { color: #800000; }
    .csharpcode .attr { color: #ff0000; }
    .csharpcode .alt
    {
    background-color: #f4f4f4;
    width: 100%;
    margin: 0em;
    }
    .csharpcode .lnum { color: #606060; }

  3. Event Click dan  DblClick
  4. Event click terjadi ketika pemakai melakukan klik pada tombol kiri mouse. Demikian juga Event DblClick terjadi karena pemakai melakukan klik dua kali.

    Private Sub cmdUpdate_Click() 
    JlhRec = JlhRec + 1 
    DatPemakai.CCode = txtCCode.Text 
    DatPemakai.Nama = txtNama.Text 
    DatPemakai.Ekstension = txtEkstension.Text 
    DatPemakai.Local = optLocal.Value 
    DatPemakai.SLJJ = optSLJJ.Value 
    DatPemakai.SLI = optSLI.Value 
    Put #1, JlhRec, DatPemakai 
    Posisi = JlhRec 
    End Sub

    .csharpcode, .csharpcode pre
    {
    font-size: small;
    color: black;
    font-family: consolas, “Courier New”, courier, monospace;
    background-color: #ffffff;
    /*white-space: pre;*/
    }
    .csharpcode pre { margin: 0em; }
    .csharpcode .rem { color: #008000; }
    .csharpcode .kwrd { color: #0000ff; }
    .csharpcode .str { color: #006080; }
    .csharpcode .op { color: #0000c0; }
    .csharpcode .preproc { color: #cc6633; }
    .csharpcode .asp { background-color: #ffff00; }
    .csharpcode .html { color: #800000; }
    .csharpcode .attr { color: #ff0000; }
    .csharpcode .alt
    {
    background-color: #f4f4f4;
    width: 100%;
    margin: 0em;
    }
    .csharpcode .lnum { color: #606060; }

    Pada kontrol-kontrol seperti Checkbox dan Op tionButton, event Click juga dibangkitkan kalau terja2di perubahan nilai properti Value secara koding. ListBox dan Combobox juga melakukan hal yang sama kalau properti ListIndex-nya berubah. Adalah penting untuk menghindari pemakaian Event Click dan DblClick pada satu kontrol yang sama, karena tidak menjamin Event DblClick dibangkitkan setelah Event Click terjadi.

  5. Event Change
  6. Event Change dibangkitkan ketika isi da ri suatu kontrol berubah. Tetapi pada CheckBox, dan OptionButton Event Click yang  dibangkitkan. Pada kontrol TextBox dan ComboBox dibangkitkan ketika pemakai mengetik sesuatu. (Tetapi pada kontrol ComboBox, kontrol membangkitkan event Click kalau pemakai memilih item dari list dari pada mengetiknya). Pada kontrol Scroll ba r event Change terjadi ketika pemakai melakukan klik baik pada panah maupun scroll box. Event Change juga terdapat pada PictureBox, DriveListBox, dan kontrol DirListBox. Event Change juga dibangkitan oleh isi kontrol yang diubah melalui koding.

  7. Event GotFocus dan  LostFocus
  8. GotFocus dibangkitkan ketika kontrol menerima fokus, dan  LostFocus dibangkitkan ketika fokus meninggalkannya dan beralih ke kontrol lain. Pada awalnya
    event ini banyak digunakan untuk mekanisme validasi ketika kontrol kehilangan fokus. Pada Visual Basic 6 telah diperkenalkan suatu event Validate event, yang lebih sesuai untuk masalah yang sama.

  9. Event KeyPress,  KeyDown , dan  KeyUp
  10. Event-event ini dibangkitkan ketika pemakai menekan tombol pada keyboard pada kontrol yang memiliki fokus. Urutan eventnya adalah :  KeyDown (ketika pemakai menekan tombol),  KeyPress  (Visual Basic menterjemahkan tombol ke numerik ANSI code), dan  KeyUp  (ketika pemakai melepas tombol). Hanya tombol yang berkaitan dengan tombol kontrol (Ctrl+ x, BackSpace, Enter, dan Escape) serta karakter yang dapat dicetak membangkitkan event  KeyPress  event. Tombol lainnya–termasuk tombol panah, tombol fungsi, kombinasi Alt+x, tidak menyebabkan event ini, hanya membangkitkan event KeyDown dan KeyUp . Event  KeyPress  melewatkan ANSI code dari tombol yang ditekan. User dapat memanipulasinya untuk keperluan tertentu.

By kusmadi Posted in Widget