Dicatat Sebagai Calon Peserta Sertifikasi Pendidik Tahun Depan, Alhamdulillah Yaa Allah

SmileCodes, Inc – Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk:
  1. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, 
  2. Meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, 
  3. Meningkatkan kesejahteraan guru, serta 
  4. Meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
Tahun 2013 merupakan tahun dimana tahun yang ditunggu – tunggu oleh 700 ribu guru yang belum sertifikasi atau guru yang mengikuti pelaksanaan UKG online (kunjungi http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/ untuk melihat hasilnya).
Informasi yang diterima, tanggal 30 Juni 2013 adalah pengumuman hasil UKG Online tersebut. Tetapi, ternyata dugaan itu meleset cukup jauh (biasalah Indonesia-Molorrrrrrr).
Kini, 7 Juli 2013 atau seminggu kemudian pengumuman itupun tiba… . Dan ternyata bakal calon peserta sertifikasi guru tidak mencantumkan hasil kelulusan UKG sebagai syarat calon sertifikasi guru. Lalu apa syaratnya?
Syarat peserta Sertifikasi Guru 2013 memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Pada tanggal 1 Januari 2014 belum memasuki usia 60 tahun.
  2. Sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005
  3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV). Jika belum S1/D-IV,
  • Usia minimal 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun, atau
  • Memiliki Golongan minimal IV/A.
Otomatis bagi guru yang telah mengikuti UKG online tetapi masa kerjanya dimulai lebih dari 30 desember 2005, otomatis mereka tidak serta merta menjadi calon peserta sertifikasi… .
Bagi yang mendapatkan informasi “Dicatat Sebagai Calon Peserta Sertifikasi Pendidik Tahun Depan”, gimana REAKSIMU BAPAK IBU GURU???
Kalau saya pribadi (Kusmadi, red), ya harus tetap bersyukur…. . Alhamdulilah…. .
Semoga Bermanfaat

Tingkat Kesukaran Tes Honorer K2 Setara Umum

Seluruh honorer kategori 2 (K2) yang diangkat menjadi CPNS secara bertahap melalui ujian tulis, harus mulai membuka buku pelajaran. Sebab Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mengatakan ujian dijalankan serius dan soalnya sulit-sulit. Harapannya honorer yang diangkat berkualitas.

Wamen PAN-RB Eko Prasojo mengatakan, tidak benar jika ujian tulis untuk mengangkat honorer K2 hanya formalitas saja. “Standar operasional prosedurnya kami samakan dengan pelamar umum,” katanya. Meskipun nanti secara nilai, para honorer ini tidak diadu dengan pelamar umum. Tetapi para honorer K2 itu akan diadu dengan sesama honorer K2.

Guru besar Universitas Indonesia itu menuturkan, keseriusn pelaksanaan ujian tulis untuk pengangkatan honorer K2 ini juga berkaitan dengan penyediaan soal. Dia menegaskan jika derajat kesulitan soal untuk para tenaga honorer K2 ini setara dengan pelamar umum.

Ketentuan ini diharapkan tidak menjadi polemik di masyarakat. Sebab sebagian besar tenaga honorer K2 telah mengabdi lama di pos pekerjaannya masing-masing. Logikanya, mereka sudah mengetahui teknis bidang pekerjaannya lebih mendalam. Tetapi ada sejumlah materi tes yang perlu diperhatian, diantaranya adalah wawasan kebangsaan.

Di tengah persiapan pengangkatan yang sedang digeber, Eko menuturkan kuota pasti berapa jumlah honorer K2 yang akan mengikuti ujian tahun ini belum ditetapkan. Sebagaimana diketahui, pengangkatan honorer K2 itu dijalankan bertahap pada tahun ini dan 2014 nanti. “Formasi atau kuota berapa yang akan diangkat nanti juga belum ditetapkan,” ujarnya.

Eko menjelaskan, meskipun istilahnya menggunakan ujian tulis, tetapi pengangkatan honorer K2 ini diproyeksikan berlangsung secara online dengan media Computer Assisted Test (CAT).

Teknisnya, para honorer K2 nanti akan menjawab soal yang tersaji di perangkat komputer. Selanjutnya komputer ini akan berjejaring langsung dengan server CAT di Jakarta. Setelah selesai menjawab soal, para peserta akan langsung mengetahui nilainya dan peluang untuk diterima menjadi CPNS. “Tujuannya demi keterbukaan rekrutmen,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengatakan pemerintah mengupayakan pengangkatan honorer K2 ini tidak serumit pengakatan honorer K1. Seperti diketahui, pengangkatan honorer K1 beberapa bulan lalu, harus melalui sejumlah saringan. Mulai dari verifikasi dan validasi administrasi, quality assurance (QA), audit tujuan tertentu (ATT), hingga investigasi lapangan. Sejumlah saringan ini dilakukan karena laporan adanya tenaga honorer K1 siluman dari masyarakat cukup banyak.

”Untuk yang K2 ini, kami tetap tidak menutup mata jika ada masyarakat melaporkan kejanggalan atau tenaga honorer siluman,” ucap Eko. Untuk itu sebelum nama-nama K2 diuji publik beberapa waktu lagi, verifikasinya dijalankan secara mendalam.

Melalui proses pengangkatan yang cepat, keuntungannya tidak mengganggu kinerja pemerintah untuk urusan lainnya. Termasuk pengangkatan CPNS dari pelamar umum atau non tenaga honorer K2. Jumlah tenaga honorer K2 yang bakal bersaing untuk diangkat menjadi CPNS sekitar 600 ribu orang.