Ingin Sukses, Lakukan 3 Nasihat dari CEO Google

Google adalah salah satu contoh perusahaan yang sukses berkat adanya inovasi yang terus-menerus. Berawal dari sebuah mesin pencari, perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin itu kini telah menciptakan beragam aplikasi dan layanan serta merajai Internet.

Ada beberapa kebiasaan unik yang dikembangkan Google untuk memupuk budaya inovasi dan kreativitas dalam perusahaannya. Salah satunya adalah pertemuan mingguan. Setiap karyawan Google dari seluruh dunia bebas memberikan pertanyaan kepada para eksekutif Google, baik secara langsung maupun melalui email


Para karyawan juga dapat memberikan kritik ataupun mengemukakan ide-ide mereka kepada para pemimpin perusahaan.


Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Wired.com, CEO Google, Larry Page, menyampaikan beberapa tips sukses perusahaannya dalam berbisnis. Berikut adalah beberapa nasihatnya yang sangat menarik.


1. Lakukan hal-hal yang “gila”


Banyak perusahaan besar menjadi lengah dan lupa berinovasi. Hal itu dihindari oleh Google dengan memupuk budaya inovasi di lingkungan perusahaannya. Setiap karyawan di perusahaan ini dituntut untuk “Think Big”, berpikir dan melakukan hal-hal yang tidak biasa.


Sejak kecil, Page bermimpi untuk menjadi seorang penemu. Dia tidak hanya ingin bisa menciptakan produk yang hebat, tetapi juga ingin mengubah dunia. Mimpi itu tetap hidup hingga kini dan dia wujudkan bersama Google.  


Bagi Page, kepuasan adalah ketika dia dan timnya bisa mengembangkan inovasi 10 kali lipat dari yang telah mereka kembangkan sebelumnya. Jadi, tak heran jika inovasi menjadi inti dari bisnis Google. Lihat saja Gmail, layanan email yang menawarkan kapasitas penyimpanan 100 kali lebih besar ketimbang kapasitas yang diberikan oleh layanan-layanan email lainnya. 


Google juga telah menciptakan layanan penerjemah berbagai bahasa serta melahirkan Google Maps dan Google Drive, layanan penyimpanan data berbasis teknologi cloud computing. Selain itu, masih ada YouTube, Android, dan Chrome yang menarik dan telah digunakan banyak orang. 


Google bahkan dikabarkan membangun sebuah proyek dan lab khusus bernama Google X. Berbagai fasilitas dalam lab Google X dibuat untuk mendukung riset Google untuk menciptakan beragam teknologi masa depan, seperti mobil yang bisa berjalan sendiri dan kacamata berbasis teknologi Augmented Reality.


“Jika tidak melakukan hal-hal gila, kamu melakukan hal-hal yang salah,” kata Page. Sebagai CEO, dia selalu mendorong timnya untuk berinovasi.


2. Inovasi harus diikuti dengan komersialisasi


Inovasi yang sukses harus diikuti dengan komersialisasi. Page mencontohkan Xerox PARC, salah satu anak perusahaan Xerox Corp, yang didirikan pada tahun 1970. Xerox PARC terkenal dengan berbagai inovasinya di bidang teknologi dan hardware. Beberapa inovasinya memegang peranan penting dalam dunia komputasi modern, di antaranya, ethernet, graphical user interface (GUI), dan teknologi laser printing.


“Namun, mereka tidak fokus pada komersialisasi,” kata Larry. Hal itulah yang membuat Xerox PARC gagal. 


Larry memberikan contoh lain, yakni Tesla. Tesla adalah salah satu perusahaan yang dia kagumi, yang mengembangkan mobil inovatif. Namun, perusahaan yang didirikan oleh Nikola Tesla itu menghabiskan 99 persen tenaganya untuk mengembangkan produknya agar disukai banyak orang. Hal itulah yang menyebabkan Tesla akhirnya jatuh. 


Xerox PARC dan Tesla gagal karena hanya fokus pada inovasi. Setiap perusahaan membutuhkan dua hal untuk sukses, yakni inovasi dan komersialisasi.


3. Jangan fokus pada persaingan


Google berbeda dari perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Google fokus pada pengembangan produk-produk dan layanannya, bukan fokus pada kompetisi.


“Apa yang menarik dari bekerja jika hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan perusahaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kita? Itulah yang membuat banyak perusahaan jatuh secara perlahan. Mereka cenderung melakukan hal yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dan membuat beberapa perubahan kecil,” kata Page.


Menurut Page, memang wajar jika banyak orang ingin mengerjakan hal-hal yang mereka yakin tidak akan gagal. Namun, untuk sukses, perusahaan teknologi perlu membuat suatu perubahan yang besar. 


Ketika merilis Gmail, misalnya, Google masih menjadi sekadar perusahaan mesin pencari. Menciptakan layanan email berbasis web merupakan suatu lompatan besar bagi Google, apalagi Gmail berani menyediakan kapasitas penyimpanan email yang sangat besar jika dibandingkan penyedia layanan serupa pada saat itu. 


Pada saat mengembangkan Gmail, sudah ada beberapa perusahaan lain yang memiliki mesin pencari. Gmail tidak akan ada jika Google hanya fokus untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan itu. Google memilih untuk fokus mengembangkan produk-produk dan layanannya.

Editor: Wicaksono Surya Hidayat dari http://tekno.kompas.com

Iklan

Email Tracking di Outlook 2007

Pernahkah kita mengirim email kepada teman atau relasi kerja kita?

Apakah kita tahu bahwa email yang kita kirim sudah dibaca atau belum?

Untuk mengetahuinya, kita dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh outlook 2007 yaitu Email Tracking.

Email tracking adalah suatu teknologi yang memudahkan kita untuk mengetahui email yang kita kirim sudah dibaca oleh penerima atau belum.

Agar outlook dapat memberikan informasi kepada kita, bahwa penerima sudah membaca email yang kita kirim, maka perlu dilakukan pengaturan terhadap Microsoft Outlook 2007.

Berikut cara mengaturnya:

  1. Jalankan Microsoft Outlook 2007
  2. Klik menu Tool > Options, akan tampil opsi seperti di bawah ini
  3.  Klik tombol Email Options, maka akan tampi opsi seperti ini
  4.  Klik tombol Tracking Options.., maka akan tampil opsi seperti di bawah ini
  5.  

  1. Pada opsi For all messages I send, request:, beri tanda checklist pada opsi Read receipt dan Delivery receipt seperti pada gambag di atas.
  2. Klik OK untuk menyimpan semua perubahan.

 

Setelah melalakukan pengaturan seperti atas, setiap kali melakukan pengiriman email, maka kita akan mendapatkan laporan email yang telah sukses terkirim ke server email tujuan. Namun laporan email telah dibaca ini hanya akan muncul jika si penerima email melakukan konfirmasi pada pesan peringatan email dibaca pada komputernya.

Semoga Bermanfaat

Mengatasi "Print Spooler Service not Running" on Windows 7

Assalamu alaikum wr.wb.

Suatu siang yang terik,
“Mas, kok laptopku sing jenengan install Windows 7 ra gelem konek printer ruang guru yo?”
(Eh.. sedikit panik juga. Ada apakah gerangan?)

Notebook tersebut mengalami gagal mencetak dokumen, gagalnya membuka dan mengatur Page Setup, tidak bisa setting Printer Properties dan tidak ada icon Printer apapun yang terinstall pada layar menu Printer and Faxes di Control Panel ( Duh, parah!). Ketika ingin mencoba install driver printer lewat Add a printer (di menu Control Panel > Printers and Faxes) tapi tidak bisa, namun yang muncul adalah pesan error yang menyatakan :

Googling dan tanya master dulu aaah.

   Ternyata notebook sedang dalam masalah, dan permasalahan tersebut ada pada service Windows yang namanya Print Spooler.
Apa itu Print Spooler?
   Print spooler adalah suatu service di Windows yang berfungsi untuk memuat file atau dokumen ke memory untuk dicetak. Jika service ini tidak dalam kondisi aktif, maka proses mencetak tidak dapat dilaksanakan, termasuk menginstall Printer Driver. Tertutupnya service Print Spooler ini kadang-kadang diakibatkan oleh ulah virus. Kalau Service Windows yang satu ini tertutup / tidak berjalan maka kita tidak akan bisa melakukan aktifitas mencetak (printing) ataupun aktifitas lainnya yang berkaitan dengan Printer.

Sebenarnya ada beberapa cara mengaktifkan kembali Print Spooler yang tertutup (not running), namun saat ini kita bahas dulu penanganan dengan “obat” berekstensi *.BAT.

Langkah-langkah :
1. Membaca Basmallah
2. Copy semua kode dibawah ini ke Notepad and Save As ‘namafile.BAT’ (e.g: PrintSpooler.BAT)
3. Jalankan file *.BAT tersebut (klik ganda pada BAT file)

Code:

SC CREATE “Spooler” binPath= “%systemroot%\system32\spoolsv.exe” start= “auto”
DisplayName= “Print Spooler” depend= RpcSs
SC DESCRIPTION “Spooler” “Loads files to memory for later printing.”
NET START “Spooler”

Semoga Bermanfaat.